Perhentian lelah

Bolehkah aku duduk sejenak
Sekedar bersandar pada kursi kosong yang menunggu di tempati
Bisakah sajikan segalas saja teh hangat
Dengan banyak gula sedikit kelat
Mungkin dengan meminumnya guguku berkurang
Tapi bagaimana bila kopi saja 
Dua sendok tanpa gula dengan seduhan air mendidih
Namun entah, bagaimana bila pahitnya mengingatkan aku pada penat yang ingin kusimpan rapi dalam kotak hati
Yang manapun tak apalah
Asal aku boleh memejamkan mata sebentar saja
Bukan untuk merapalkan mantra mantra
Hanya ingin mengadu pada gelap
Tentang lelah yang mencambukku tanpa ampun
Tak meningggalkan sedikit saja hasta untuk lega
Ah, ada saja yang ikut dalam runut pengaduanku
Titik titik berkas mengintip dari sudut sudut gelap
Ingin tahu
Bertanya tanya
Mengumpulkan naskah yang jadi delik dalam adunku kali ini
Sudahlah
Setelah ini kau boleh melelahkan aku lagi
Kali ini biarkan aku dengan gelap mataku
Ini hanya perhentian lelahku sementara
Berikutnya aku akan menyerahkan diri lagi
Padamu yang senantiasa memenatkan aku

-z-


Komentar

Postingan Populer