Perempuan Hujan
tiap derai hujan yang jatuh, ada doa yang merangkak naik
memilukan dentang yang satu satu bergeser melahap waktu
hari ini pun begitu
perempuan pemarah itu runtuh
luruh diguyur air yang mengalir dari mata
dia kalah
mata yang punya sorot mematikan itu padam sinarnya
sendu
dia bersembunyi dalam hujan
bersembunyi pada air yang akan disalahkan atas sedunya
tatapan yang dimilikinya bersalah
sempurna menghancurkan kekokohan atas keyakinan pada karang
haruskah mata tajamnya menyaksikan karang binasa
binasa pada asin laut yang menghempas tanpa jeda
perempuan itu alpa
percaya pada gagah
menyakini percaya
buta pada yakin
tak berbuat
perempuan pemarah itu runtuh
luruh dihidangkan pahit keyakinan tanpa sedia
dia kalah
tak apa, bisik langit
doamu dalam perjalanan pulang
membawa pesan maha penting dari Penerima doa
hujan membujuk Nya
aku merayu Nya
perempuan itu berteduh dari marahnya
berlindung pada hujan
menambah runutan menjadi lebih panjang sebelum pesan itu datang
tak membiarkan hujan turun tanpa menjemput harap dari
perempuan hujan
-z-
Komentar