Tinggal di degup

begini
aku bertanya tanya
apakah aku milik malam
kekasihnya kah
selalu saja memaksaku menemaninya
bermanja tidak hendak ditinggal
merajuk rajuk ingin dipuja melulu
malam berceloteh banyak hal
tak menyisakan jeda menjawab tanyaku
bila kau tak menjawab berarti aku bukan milikmu
dia tersenyum saja melanjutkan cerita tentang jantung yang berdetak
aku terlena dengan debarannya
menghabiskan gelap dengan degupan

hampir pagi
pekat itu tersenyum pergi
melambai bahagia melemparkan kata
besok aku akan mencintamu lagi
aku mengorek ingatan tentang cinta
ah, tak membekas di otak kanan dan kiri
otak besar malah tak mau tahu
ah, apa aku sanggup mencinta lagi sepertimu

mentari bersinar bersungut sungut
enggan namun rindu
hangat memanas
perlahan terik menyengat
aku terlelap, terjaga, terlelap kemudian
aku ada di jantung
aku cinta yang ingin kau buang, katanya
tersentak, berlinang air mata
terengah-engah menepuk dada
mengapa kau masih disana, kataku

-z-







Komentar

Postingan Populer